banner 728x250
Berita  

Kepsek SMA 1 Dampelas Dorong Disiplin K3, Garda Integritas Indonesia Angkat Jempol

banner 468x60

DONGGALA, SULAWESI TENGAH — Kepala SMA Negeri 1 Dampelas mendapat apresiasi dari Garda Integritas Indonesia atas sikapnya yang menaruh perhatian terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan sekolah.

Selain menjalankan tanggung jawab di bidang pendidikan, kepala sekolah dinilai menunjukkan perhatian terhadap aspek keselamatan para pekerja yang terlibat dalam proyek revitalisasi sekolah. Salah satunya dengan mewajibkan pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) saat berada di lokasi pekerjaan.

Example 300x600

Sikap tersebut dinilai penting karena penerapan K3 bukan hanya menyangkut kepatuhan terhadap aturan kerja, tetapi juga menyangkut upaya melindungi keselamatan pekerja dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman bagi siswa.

Kepala sekolah sebelumnya mengakui bahwa masih terdapat pekerja yang belum terbiasa menggunakan APD. Namun, setelah mendapat perhatian dan klarifikasi mengenai kondisi tersebut, pihak sekolah menegaskan bahwa penggunaan APD kini diwajibkan bagi para pekerja.

“Sekarang saya sudah perintahkan untuk dipakai,” tegas Kepala SMA Negeri 1 Dampelas.

Selain persoalan APD, pihak sekolah juga menjelaskan bahwa sisa-sisa material yang berada di lokasi proyek telah dimanfaatkan untuk kebutuhan penimbunan lapangan olahraga sekolah.

Garda Integritas Indonesia Beri Apresiasi

Garda Integritas Indonesia mengangkat jempol atas sikap Kepala SMA Negeri 1 Dampelas yang dinilai cepat memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan kerja.

Menurut Garda Integritas Indonesia, langkah tersebut merupakan contoh positif bahwa perhatian seorang kepala sekolah tidak hanya berhenti pada urusan administrasi dan kegiatan belajar mengajar, tetapi juga mencakup keselamatan dan kenyamanan seluruh pihak yang berada di lingkungan sekolah.

“Bagi kami, sikap kepala sekolah yang mewajibkan pekerja menggunakan APD merupakan langkah positif. K3 harus menjadi budaya kerja, bukan hanya dilakukan ketika mendapat perhatian atau sorotan,” demikian penilaian Garda Integritas Indonesia.

Garda Integritas Indonesia juga menilai penerapan K3 secara konsisten dapat menjadi bagian dari edukasi tidak langsung kepada para siswa tentang pentingnya disiplin, tanggung jawab dan keselamatan dalam menjalankan aktivitas.

Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penilaian positif terhadap langkah sekolah, sekaligus mendorong agar penerapan K3 terus dipertahankan selama proses revitalisasi berlangsung.

Dengan demikian, lingkungan sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pendidikan, tetapi juga menjadi ruang yang mengedepankan keselamatan, kedisiplinan dan kepedulian terhadap seluruh warga sekolah maupun pekerja.(Garis01)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *